Pelatihan SMS Diikuti Ratusan Guru Muara Badak
Isak tangis pun mewarnai jalannya kegiatan Training Sukses dengan Motivasi Spiritual (SMS) di Muara Badak Photo: VICO Indonesia/Bastian
|
KutaiKartanegara.com - 24/02/2006 21:37 WITA
Lebih dari 100 guru tingkat SD, SLTA hingga SLTA di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), tadi pagi berkumpul di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Badak Baru untuk mendapatkan pencerahan selama sehari dalam kegiatan bertajuk Training Sukses dengan Motivasi Spiritual (SMS).
Selain diikuti para guru se-Muara Badak, pelatihan ini juga diikuti Ketua MUI Muara Badak H Abdullah Syukur, Kepala KUA Muara Badak dan Kepala KUA Marang Kayu yang datang besama rombongan.
Kegiatan yang terselenggara atas kerjasama BPMIGAS-VICO Indonesia dengan Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Muara Badak ini menggandeng pihak Nurul Hayat dari Surabaya pimpinan Abdul Malik Al-Haddad selaku penyelenggara Training Kecerdasan Spiritual.
Menurut Ketua Badan Dakwah Islamiyah (BDI) VICO Indonesia Syaiful Rachman, dipilihnya guru sebagai partner dalam pelatihan ini tak lain karena guru merupakan agen perubahan yang sangat potensial dalam mencetak generasi harapan bangsa.
"Sehingga kemampuan guru harus selalu ter-update untuk meningkatkan kualitas SDM khususnya di wilayah operasi BPMIGAS–VICO Indonesia," ungkapnya.
Abdul Malik Al-Haddad saat memberikan pelatihan SMS kepada para guru se-Muara Badak Photo: VICO Indonesia/Bastian | | |
Ditambahkannya, hal ini juga merupakan upaya BPMIGAS-VICO Indonesia dalam mendukung program Pemkab Kukar melalui Gerbang Dayaku Tahap II khususnya dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. "Diharapkan dengan ilmu yang diperoleh di ajang training SMS ini, dapat diterapkan pada kegiatan belajar-mengajar di lingkungan sekolah masing-masing," harapnya.
Training yang berlangsung sejak pukul 08.00 WITA hingga pukul 16.00 WITA ini disambut antusias oleh para guru. Abdul Malik Al-Haddad yang menjadi trainer dalam ajang tersebut mencoba membangun kecedasan spiritual dengan mengajak peserta untuk mengenal atau ma’rifat kepada Allah Sang Maha Pencipta.
"Kecerdasan intelektual diperoleh dengan banyak membaca, sementara kecerdasan emosional dengan menjaga hubungan silaturrahmi. Sedangkan untuk mencapai kecerdasan spiritual dengan Zikrullah dan Zikrulmaut," ujar Malik dengan suara lantang.
"Untuk menjemput Hidayah dari Allah mari kita mulai dengan yang ringan. Hindarkan diri dari sifat keluh kesah, iri hati dan dengki. Kita harus bisa merubah paradigma, mulailah dengan niat yang tulus bahwa apapun yang kita kerjakan adalah merupakan ibadah kepada Allah," kata pengasuh Ponpes Nurul Hayat di Surabaya ini.
Dengan gaya orator serta tutur kata yang teratur dan didukung dengan tampilan audio visual, ustadz Malik mampu 'menghipnotis' seluruh peserta yang mengikuti acara dalam dua sesi tersebut. Bahkan pada bagian Muhasabah yang ada di setiap akhir sesi, seluruh peserta tampak mengucurkan airmata yang mungkin sebagai pertanda penyesalan atas segala khilap atau wujud kecintaan dan kerinduan kepada Allah dan Rasulullah.
Ditemui usai memberikan pencerahan, Ustadz Malik mengatakan sebenarnya kegiatan training SMS ini biasanya berlangsung 4 sesi yakni, Ma’rifatulah, Ma’rifatul Rasul, Birrul Walidain dan Mission Statement. "Namun karena keterbatasan waktu sehingga hanya dua sesi yang bisa kami sampaikan," ujarnya. (bas)
|