Pembangunan Masjid Nurul Huda Dimulai Bupati Kukar Letakkan Batu Pertama
Bupati Kukar Rita Widyasari melakukan pelatakan batu pertama dimulainya pembangunan Masjid Nurul Huda Photo: Humas Kukar/Rudi
|
KutaiKartanegara.com - 04/06/2012 00:02 WITA
Bupati Rita Widyasari melakukan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan Masjid Nurul Huda di Desa Manunggal Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Peletakan batu pertama masjid berukuran 324 meter persegi di atas lahan seluas 625 meter persegi ini dilakukan Kamis (31/5) lalu di ibukota Kecamatan Tenggarong Seberang itu.
Menurut Bayu Pranoto selaku Ketua Panitia Pembangunan Masjid Nurul Huda, masjid tersebut rencananya akan dibangun bertingkat dua. Sebelum menjadi masjid, lanjutnya, di tempat itu sebelumnya telah berdiri musholla Nurul Huda sejak tahun 1984 dengan ukuran 4 x 6 meter di atas tanah wakaf H Darmo Suprapto.
"Seiring dengan berjalannya waktu dan semakin bertambahnya penduduk di sekitar mushola, pada tahun 1992 musholla tersebut berubah menjadi masjid. Ditandai dengan direhab dan diperbesarnya Masjid Nurul Huda dengan ukuran 10x10 meter. Kemudian pada tahun 1999 pihak panitia kembali menambah bangunan lain berupa serambi dengan ukuran 6 x 10 meter," jelasnya.
Namun, lanjutnya, seiring dengan semakin berkembangnya penduduk di Desa Manunggal Jaya, keberadaan masjid itu tidak dapat lagi menampung jemaah yang ada. Sehingga tahun tahun 2010 lalu disepakati untuk membentuk panitia pembangunan masjid baru, yang peletakan batu pertamanya baru dilaksanakan oleh Bupati Kukar. "Untuk mempercepat pembangunan masjid tersebut, kami telah mengajukan anggaran ke Pemkab Kukar melalui APBD tahun 2012," ujar Bayu Pranoto.
Sementara itu, Bupati Kukar Rita Widyasari menyatakan turut bergembira dengan pembangunan Masjid Nurul Huda dan berharap masjid tersebut segera terbangun dan berdiri sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Menurut Rita, masjid bukan lagi hanya diperuntukkan sebagai tempat beribadah semata, namun juga dapat dijadikan sebagai wadah menyebarkan informasi yang benar kepada masyarakat dan wadah pendidikan. "Pemerintah sangat mendukung dan ingin juga membatu dalam berbagai hal, apalagi tentang peningkatan keagamaan di Kukar," ujarnya.
Berkenaan dengan pemberian bantuan bagi pembangunan tempat-tempat ibadah, menurut Rita pihaknya tidak mau lagi hanya menunggu proposal yang diajukan. Namun dirinya telah menugaskan Assisten IV yang membidangi kesejahteraan masyarakat untuk mendata masjid mana yang layak dibantu.
"Tugas tersebut juga menjadi tanggungjawab para kepala desa dan camat untuk menyampaikan kondisi yang ada diwilayahnya, baik kondisi lingkungan maupun masyarakatnya," jelasnya.
Ditambahkan Rita, data-data tersebut sangat dibutuhkan agar tidak ada lagi bantuan yang diberikan setiap tahunnya hanya kepada satu tempat ibadah.
"Masjid yang sudah bagus tidak perlu lagi mendapatkan bantuan. Bantuan pemerintah hanya diberikan kepada masjid yang benar-benar layak dibantu yaitu masjid yang sudah rusak atau di wilayah tersebut belum ada berdiri masjid," pungkasnya. (rud)
|