Dari Ngapehan Seni Bersama Orkes Pantjaran Nafsoe Seniman Prihatin Pembongkaran Gedung Serapo Orkes Pantjaran Nafsoe turut mengiringi penampilan seniman M Sabir HL (kanan) yang menyumbangkan sebuah lagu Photo: Agri
Ronald (kanan) tampil membawakan puisi bertajuk Topeng-Topeng Serigala Photo: Agri
|
KutaiKartanegara.com - 13/09/2009 16:06 WITA
Penggusuran gedung Serapo Lembaga Pembinaan Kebudayaan Kutai (LPKK) H Zailani Idris yang berada di kompleks Museum Mulawarman, Tenggarong, mengundang keprihatinan mendalam dari kalangan seniman di daerah ini. Apalagi masih belum ada kejelasan apakah akan dibangun gedung pengganti di lokasi tersebut.
Dalam acara Ngapehan Seni atau Bincang Seni yang digelar di taman Jembatan Kartanegara, Tenggarong, Sabtu (12/09) malam, sejumlah seniman dari berbagai kota di Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan rasa duka mereka atas digusurnya gedung yang selama ini menjadi wadah berkesenian.
Selain lewat uneg-uneg yang disampaikan langsung para praktisi seni, ungkapan keprihatinan tersebut juga dituangkan pula lewat lagu maupun puisi yang dibawakan seniman asal Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satunya lewat puisi bertajuk Innalillahi Wainnailaihi Rojiun yang dibawakan Taufik Hidayat.
Pimpinan Orkes Pantjaran Nafsoe, Nala Arung, selaku penggagas acara Ngapehan Seni, menyebut gedung Serapo LPKK sebagai gedung yang bersejarah bagi pengembangan seni budaya di Tenggarong.
Nala Arung berharap agar Pemkab Kukar dapat membuat gedung pertunjukan sebagai pengganti Serapo LPKK yang kini telah rata dengan tanah. "Mungkin tidak perlu terlalu besar, yang penting cukup sebagai ruang pertunjukan," ujarnya.
Kasi Pengembangan Seni Budaya Disbupar, Hamsyi Hamzah (tengah), memberi kabar kepada para seniman rencana pembangunan gedung pertunjukan di Tenggarong Photo: Agri | | |
Menanggapi hal itu, Hamsyi Hamzah yang juga Kepala Pengembangan Seni Budaya pada Dinas Kebudayaan & Pariwisata (Disbudpar) Kukar menginformasikan bahwa Pemkab Kukar akan membangun sebuah gedung pertunjukan pada tahun anggaran 2010.
"Saya sudah melihat desain yang diajukan pihak konsultan, namun saya masih tidak setuju dengan konsepnya. Jadi saya minta kepada mereka untuk merubah dan melakukan studi banding lagi ke beberapa tempat," ujarnya.
Hamsyi Hamzah yang juga Sekretaris LPKK ini juga mengajak kalangan seniman di Kukar untuk terus berkarya. Menurutnya, Pemkab Kukar melalui Disbudpar sangat mendukung keberadaan kelompok-kelompok atau sanggar seni di daerah ini.
Bahkan Pemkab Kukar siap mengucurkan dana lewat bantuan sosial (bansos) kepada kelompok-kelompok kesenian di Kukar yang benar-benar eksis dan menghasilkan karya. "Silakan ajukan proposalnya kepada kami," kata Hamsyi.
Kegiatan Ngapehan Seni yang berlangsung santai tadi malam dihadiri pula oleh Kepala Taman Budaya Kaltim, serta sejumlah seniman dari kota Tenggarong, Samarinda dan Balikpapan.
Menurut Nala Arung, kegiatan ini dimaksudkan sebagai ajang temu kangen para seniman sekaligus untuk saling tukar pikiran serta berbagi informasi.
Dalam Ngapehan Seni tersebut, beberapa seniman ikut menyumbang membawakan puisi dan lagu. Di antaranya pembacaan puisi oleh Ronald, Taufik, Syaiful Aulia dan Abuy, serta nyanyian yang dibawakan Sabir dan Noel. (win)
|